Kemana Bahasa Arab kita



Kemana Bahasa Arab kita
Oleh :
Noor Fajar Asa
 إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيّٗا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ٢
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. ( Surah Yusuf : 2 )
 كِتَٰبٞ فُصِّلَتۡ ءَايَٰتُهُۥ قُرۡءَانًا عَرَبِيّٗا لِّقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ٣
kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, Yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui  ( Surah Fushilat : 3 )

Dalam sebuah Kesempatan ada sebuah Diskusi Tentang keberhasilan Pembelajaran Bahasa Arab di sebuah Sekolah Islam “ bahwa ada komplain dari orangtua murid , bahwa seorang orang tua murid sengaja menyekolahkan anaknya ke Sekolah Islam yang  dengan biaya yg tidak sedikit tujuannya cukup sederhana yaitu Orangtua berkeinginan  anaknya setelah lulus bisa meng i’rob bahasa arab secara sederhana tapi al hasil harapannya masih kurang memuaskan “ .
Kami memahami pengertian Masyarakat Islam yang sebenar benarnya itu di maknai membangun sebuah peradaban .Hal yang menarik ialah tidak mungkin sebuah peradaban itu di pisahkan dari bahasanya.ketika yang di maksud adalah peradaban Islam maka Bahasa Arab adalah bukan lagi Bahasa Asing akan tetapi minimal bahasa kedua di komunitas Islam setelah bahasa ibu, karena Bahasa Arab itu Bahasa untuk memahami Agama.
Ahli bahasa yang terkenal A.L Schlozer ( meninggal pada thun 1781 ) menjelaskan bahwa bahasa Arab termasuk rumpun bahasa semit , lebih khusus lagi bahwa bahasa Arab merupakan cabang dari bahasa bahasa Arabia Barat Daya , walaupun ia berasal dari zaman purbakala , menjelang abad ketiga Masehi Bahasa Arab berkembang menjadi suatu bahasa yang sempurna .Bahasa Alquran adalah Bahasa Arab , karenanya Bahasa Arab adalah sumber dari segala sumber menuju pengetahuan tentang Islam , tak peduli mereka mengerti atu tidak minimal 1 milyar orang Islam di dunia sekarang  ini membaca Al Quran dalam Bahasa aslinya. Namun daripada itu yang pasti ada sebagian dari mereka yang menginginkan untuk memahami Al Quran tanpa perantara terjemahan
Di akui atau tidak , tampaknya terjadi kesenjangan dalam kebijakan pemerintah terhadap pengajaran bahasa terutama bahasa non local di indonesia .Ini sangat nampak Jelas bahwa pengajaran Bahasa Inggris tampak lebih di perhatikan daripada pengajaran Bahasa Arab.Hal ini tampak dari sejumlah indikator tersebut.Pertama,pengajaran bahasa inggris di wajibkan baik di sekolah maupun di madrasah sementara Bahasa Arab hanya di wajibkan di lembaga pendidikan madrasah saja walaupun sekarang mulai ada Bahasa Arab di ajarkan di Sekolah Negeri ,Kedua,Bahasa Inggris di jadikan sebagai salah satu mata pelajaran yang di ujikan dalam Ujian Nasional bersama matematika dan Bahasa Indonesia , sedangkan bahasa Arab tidak , jadi memang wajar  ketika bahasa Inggris di jadikan sebagai salah satu kelulusan UN , maka pengajaran bahasa Inggris lebih di utamakan di bandingkan pengajaran Bahasa Arab dan itu terjadi juga di Sekolah Sekolah Islam non madrasah dan pesantren untuk tingkat SLTA dan SLTP .
Kebijakan pemerintah yang timpang seperti ini pada gilirannya mempengaruhi rendahnya minat para siswa untuk mempelajari bahasa Arab di bandingkan bahasa Inggris .Khusus di Sekolah sekolah Islam Swasta Ternama Non Madrasah menurut pengamatan penulis di lihat wilayah DKI jakarta dan beberapa tempat , menyebabkan program program pembinaan pada para Siswa/i masih jauh menyentuh bahasa Arab secara maksimal , yang ada pembinaan baca Alqur’an tajwid , praktek ibadah , dan lain lain dan stop sampai di sana , ada anggapan bahwa bahasa pembinaan bahasa Arab cukup sampai seseorang itu dapat membaca Alquran sesuai kaedah tidak berlanjut sampai mengerti per kata katanya  sampai faham maknanya. Untuk pembinaan keterampilan berbahasa , para Pemegang Kebijakan di Sekolah Sekolah Islam langsung meloncat dengan pembinaan dan pembiasaan  bahasa Inggris untuk para Murid muridnya hampir jarang sekali penulis menemukan program pembinaan bahasa Arab yang di kelola dengan stuktur yang rapi dan berkelanjutan.
Beberapa hal yang menjadi kendala kurang bergairahnya pengajaran bahasa Arab di sekolah Islam adalah tentu saja kekurangan sumber daya guru guru yang berkualitas sesuai bidangnya ,hal tersebut mungkin belum tersebar guru lulusan  Prodi Pendidikan Bahasa Arab  dari PTN dan PTS  secara merata, sampai saat ini Untuk di DKI Jakarta sekolah Islam tidak mudah mendapatkan SDM Guru Bahasa Arab yang berkualitas dan berkompetensi di bidangnya sesuai mata pelajaran tersebut  , yang ada kebanyakan adalah untuk pelajaran bahasa arab di isi oleh guru guru  lulusan Perguruan Tinggi Non Ilmu Kependidikan  ,dengan konsekuensi tentunya ada dari mereka yang kurang dalam hal Tehnik dan Metode mengajar yang baik , maka untuk mengisi kesulitan tersebut juga di ambil kebijakan  untuk guru mata pelajaran Bahasa Arab di SD Islam , SMP Islam dan SMA/ SMK Islam  di pegang oleh guru Agama Islam yang punya kemampuan lebih di bidang bahasa Arab karena kebetulan pernah mengenyam pendidikan pesantren dengan kemampuan tambahan dalam berbahasa arab yang di nilai sementara ini minimal cukup layak , itupun SDM nya juga tidak banyak .Kembali lagi karena tidak mudahnya mencari guru bahasa Arab sesuai dengan bidang latar belakang pendidikannya ,serta harus di akui juga para sarjana dengan gelar S.Ag maupun S.Spd.I dari PTN Maupun PTS , sebagian besar sangat MINIM kemampuan berbahasa Arab terutama  maharatul kalam lughotul Arobiyyah, di tambah lagi porsi jam untuk mata pelajaran bahasa Arab sangat sedikit dan seolah olah mata pelajaran bahasa Arab di sekolah Islam hanyalah mata pelajaran pelengkap saja  , selanjutnya hal tersebut menyebabkan program unggulan di sekolah sekolah Islam pun tak jauh jauh dari Tahsinul Quran dan Tahfidzul Quran , masih jarang yang saya temui sebagai penulis ada Program unggulan yang di tawarkan sekolah Islam yaitu lulusan sekolah Islam Fasih bercakap cakap dalam Bahasa Arab dan mampu menerjemahkan Qur;an dan Hadits secara sederhana .
Keterampilan berbicara bahasa Arab merupakan keterampilan yang paling penting dalam berbahasa Arab , Sebab berbicara adalah bagian dari keterampilan yang di pelajari oleh para siswa didik . Berbicara bahasa Arab merupakan kegiatan  berbahasa aktif dari seorang pemakai bahasa Arab yang menuntut prakarsa nyata dalam penggunaan bahasa untuk mengungkapkan diri secara lisan.Keterampilan berbicara bahasa Arab ( Maharatul Kalam Lughotul Arobiyyah ) sering juga di sebut ta’bir .Meski demikian keduanya memiliki perbedaan penekanan Maharatul kalam menekankan pada kemampuan lisan sedangkan ta’bir secara lisan segaligus tulisan.Oleh karena itu dalam pembelajaran Bahasa Arab terdapat istilah ta’bir syafahi ( kemampuan berbicara ) dan ta’bir tahriri  ( kemampuan menulis ) , keduanya memiliki kesamaan mendasar yaitu sifat aktf untuk menyatakan sesuatu yang ada di dalam pikiran seseorang.
Salah satu Kendala yang cukup penting dalam kurang bergairahnya berbahasa Arab di lingkungan sekolah sekolah  Islam adalah tidak mudah membentuk kebiasaan berbahasa Arab di lingkungan sekolah Islam Non Pesantren ,  hal tersebut di buktikan dengan  penamaan tempat dan penggunaan untuk menunjukkan sebuah informasi di lingkungan di sekolah Islam masih lebih dominan memakai  bahasa Inggris ,
Idealnya kebiasan berbicara bahasa Arab dapat di wujudkan melalui interaksi dalam komunitas di sekolah Islam secara terus menerus dan ter arah .Di Indonesia yang Mayoritasnya penduduknya beragama Islam tentunya sangat lazim jika bahasa Arab lebih di perhatikan terutama untuk di pelajari dan di gunakan , apalagi di kalangan kader kader lulusan sekolah Islam dan Perguruan Tinggi Agama Islam yang kita berharap bersama dapat berbicara dengan bahasa Arab minimal dalam percakapan sehari hari .
Pelajaran bahasa Arab bagi non Arab pertama kali di ajarkan pada abad 17 ketika bahasa Arab mulai di ajarkan di Universitas Cambridge Inggris , sementara pada thun 1947 tentara tentara Amerika di Mesir wajib belajar bahasa Arab dan sudah banyak berkembang di Perguruan perguruan tinggi di Amerika sampai saat ini , yang menjadi pertanyaan besar sekarang , kemanakah bahasa Arab kita ..? di sekolah sekolah Islam
Pembelajaran bahasa Arab dengan berbagai karakteristiknya serta motivasi pembelajarannya di masyarakat islam umumnya serta khususnya di kalangan Muballigh dan Guru guru Agama Islam tentu memiliki banyak kendala dan problematika , karena memang bahasa Arab bukan bahasa yang mudah di kuasai secara total di bandingkan dengan bahasa Inggris .tetapi ketika kita para pemangku kebijakan di Sekolah Sekolah Islam sudah berkomitmen ingin mewujudkan masyarakat islam yang sebenar benarnya  . maka para pemangku kebijakan persyarikatan sangat berperan membangun karakteristik anak didiknya agar usaha kita terwujud , tentunya Anak didik kita yang belajar di sekolah Islam jauh lebih mudah belajar bahasa Arab sebab kita sudah bergaul dalam keseharian dalam masyarakat Islam walaupun bahasa Arab memang tidak di pakai sebagai bahasa komunikasi pada lingkungan tetapi praktek ibadah , tradisi dan doa serta ceramah ritual ritual agama di masyarakat  isi bahasannya bersumber dari bahasa Arab.

   



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Cium Tangan di Sekolah Muhammadiyah

LANGKANYA TENAGA UNTUK MENGURUS JENAZAH DARI GENERASI MUDA

APAKAH SULIT MENG AUDIT DI MASJID DAN PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH ?