TEMU KANGEN ALUMNI



Gara-gara media sosial kita jadi suka sekali Temu Kangen Alumni. Media sosial telah membantu kita menemukan kembali kawan lama yang sudah bertahun-tahun tidak jumpa.  Temu Kangen Alumni.bisa antar pribadi maupun kelompok.Saya teringat seseorang , di sebuah Instansi ia adalah iu negara , hehehehe .. suaminya yg jabat , dirinya berkuasa layaknya menguasai negara , hobbynya bikin Temu Kangen Alumni. , apapaun momentnya di buat Temu Kangen Alumni. , buka puasa di buatTemu Kangen Alumni.  , halal bi halal di buat Temu Kangen Alumni.  dst , dengan Acc sang suami tentu tempat gratis termasuk fasilitasnya , khan negara punya guwe katanya , walaupun sebenarnya tempat itu adalah sebuah yayasan yg sebenarnya untuk kemashalatan umat , acara seperti itu boleh , tapi kalo keseringan gratisan , yaaaa, bagaimana yaaaaa... lalu yg hal menarik , dll. Dampak  Temu Kangen Alumni.juga bisa positif, negatif, atau nggak berdampak sama sekali. Kalau Temu Kangen Alumni. hampir tiap hari, bicara gosip sana sini, menghabiskan waktu dan cuman keluar duit terus ya negatif dampaknya. Apalagi kalau sampai membuat suami atau istri curiga. Tapi kalau Temu Kangen Alumni.nya dipakai untuk menolong sesama teman yang sedang kena musibah, merealisasikan bisnis bersama yang saling menguntungkan, atau berbagi ilmu dan pengalaman usaha, tentu ada manfaatnya. Temu Kangen Alumni. yang nggak berdampak sama sekali itu kalau kita ikut group reuni tapi nggak pernah aktif dan cuma clear chat setiap pagi. He he he, bisa juga sebenarnya masuk kategori rugi juga. Rugi data dan pulsa. Cuma kalau kita keluar group  Temu Kangen Alumni.nanti dikira sombong atau nggak mau berteman. Serba salah memang.Makanya sebaiknya kita coba berfikir rasional saja. Kalau gara-gara Temu Kangen Alumni. hpmu jadi lelet dan sering habis baterey, ya bilang baik baik saja ke group alumni yang mungkin anda kurang aktif disitu untuk ijin keluar group. Atau jika memang anda tidak suka dengan obrolan di group alumni karena menurut anda tidak bermanfaat, ya keluarlah dengan cara baik-baik. Nggak usah anda merasa akan dijauhi atau dimusuhi teman alumni anda. Kalau anda yakin bahwa anda masih cinta dan tidak ada rasa buruk sangka kepada mereka, pastilah mereka juga punya perasaan yang sama. Jadi kalau sewaktu waktu anda ingin gabung lagi, pasti akan diterima dengan tangan terbuka. Jadilah orang merdeka, yang bisa berteman dengan siapapun tanpa rasa terpaksa.Begitulah seharusnya Temu Kangen Alumni.. Dengan pikiran rasional, bukan dengan perasaan emosional. Jangan sampai karena Temu Kangen Alumni. seolah olah anda jadi orang bahagia, padahal sebenarnya menderita. Seolah olah anda banyak uang, padahal anda lagi bokek. Seolah olah anda jadi orang hebat, padahal sebenarnya lagi terpuruk. Atau sebaliknya anda berusaha kelihatan jadi orang sederhana, padahal hidupnya foya-foya. Pura pura jadi orang penyabar, padahal suka marah marah. Sok bijaksana dan penuh nasehat, tapi sebenarnya anda nggak pernah mau dengar omongan orang. Intinya, anda tidak menjadi diri sendiri dan ingin kelihatan berbeda dari yang sesungguhnya. Jadi, coba anda koreksi diri sekarang berada di posisi mana? Yang rasional atau yang emosional? Terus terang saya sendiri masih yang tipe emosional, karena saya masih ingin terlihat sempurna, paling tidak menurut perasaan saya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Cium Tangan di Sekolah Muhammadiyah

LANGKANYA TENAGA UNTUK MENGURUS JENAZAH DARI GENERASI MUDA

APAKAH SULIT MENG AUDIT DI MASJID DAN PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH ?