JANGAN MALU JADI PENGUSAHA UMKM TAMBAL BAN

Noor Fajar Asa 

______________

Meski terlihat remeh temeh, bisnis tambal ban plus isi ulang angin untuk ban kendaraan bermotor terbukti cukup menguntungkan.

Masyarakat menengah ke bawah kota besar sebagian besar mempunyai sepeda motor sebagai alat transportasi paling praktis .

Tentunya sebagai pengendara motor pernah merasakan ban bocor di jalan .Kadang kadang ban bocor tersebut terjadi pada malam hari di mana bengkel bengkel kecil sudah tutup .Namun itu untuk di kota besar menjadi tidak masalah , hampir di sudut kota apalagi di jalan jalan strategis selalu ada tukang tambal ban sederhana yg mangkal di pinggir jalan .Khususnya di DKI Jakarta , sebagian besar Tukang Tambal Ban konvensional di dominasi perantauan perantauan dari sumatra Utara. 

Perlengkapan yang dibutuhkan untuk usaha tambal ban, mudah cukup antara lain kompresor, alat pres ban, ember, lem iabon, karet ban, dll. Biasanya selain melayani jasa tambal ban, tukang tambal ban ini juga melayani jasa pompa ban. Jadi pelaku usaha memperoleh omset tambahan dalam menjalankan bisnis tersebut.

Mengapa bengkel besar tidak melayani sekedar tambal ban dan isi udara untuk ban sepeda motor atau mobil. Bengkel besar  memang senbagian besar tidak membuka layanan tambal ban dengan alasan bengkel besar fokus pada layanan perawatan dan perbaikan kendaraan yang lebih kompleks dan membutuhkan keahlian khusus, seperti servis mesin, kelistrikan, dan kaki-kaki, sementara tambal ban konvensional cenderung merupakan layanan dasar yang dilakukan oleh bengkel kecil atau tukang tambal ban konvensional.

Mungkin saja ada kesepakatan tidak tertulis , ini adalah konsensus bagi bagi rejeki .Untuk hal hal teknis sederhana seperti ban bocor , isi angin cukup di tangani oleh para tukang tambal ban pinggir jalan .Para perantauan Medan ini juga dapat di katakan , tahan banting dan tahan urat malu .Banyak dari mereka berawal dari tukang tambal ban dapat berkembang menjadi pelaku usaha bengkel besar dan usaha usaha yang terkait di bidang transportasi 

Di umur 80 tahun indonesia merdeka ini  , eksistensi tukang tambal ban semakin meluas. Pemodal besar sudah menangkap peluang bisnis serta mulai banyak mendirikan sekedar layanan tambal ban , isi angin dan perawatan darurat kecil di  SPBU SPBU Pertamina dan SPBU swasta lainnya .



Bagi muhammadiyah tentunya ini juga menjadi peluang usaha tidak hanya untuk persyarikatan tetapi juga untuk pribadi pribadi kader persyarikatan .Cukup banyak SMK SMK Muhammadiyah jurusan otomotif di berbagai kota kota besar di Indonesia .Namun harus di akui lulusan lulusan SMK tersebut tidak 100 % tersalurkan  sesuai bidangnya. Malah ada pengakuan dari salah satu Kepala Sekolah di temukan lulusan lulusan SMK Muhammadiyah bekerja sebagai pegawai minimarket  alfamart maupun indomart dan satuan keamanan .

Dengan kolaborasi bersama LazisMu atau Pimpinan Cabang maupun Pimpinan Ranting setempat di bidang permodalan, yang tidak tersalurkan di perusahaan otomatif, bengkel bengkel otomotif, mereka bisa membuka UMKM bengkel ban & isi ulang angin .

Jangan malu membuka usaha dari kecil karena hasil yang besar di mulai dari yang kecil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi Cium Tangan di Sekolah Muhammadiyah

LANGKANYA TENAGA UNTUK MENGURUS JENAZAH DARI GENERASI MUDA

APAKAH SULIT MENG AUDIT DI MASJID DAN PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH ?